Status Symbol

Haii haii,,
hari ini saya lagi ngebet bgt pengen ng.blog dan walking kesan-kemari. mungkin ada hubungannya juga kali yaa dengan profesi saya yang tiap hari mondar-mandir keliling blog sana-sini kasi komentar. dan kadang yang ga jelas pula komennya..
"maaf yaa om, mbak, mas, agan yang punya blog dan saya kasih komentar ga nyambung. maaf yaa maaf.. ga ada maksud nyepam ko." hihi

okee buat postingan pertama saya.,emm bukan !! yang ketiga kali yaa di taun 2011 ini saya mau postingkan tentang status symbol.
Mungkin buat orang yang tiap hari bersahabat dengan blackberry hal ini udah biasa bgt yaa ?? xixixi

tapi ga papalah ,, buat semua orang yang mungkin kesulitan dan ingin ikut-ikutan nge-trend dengan adanya status symbol baik itu di sms meupun di updatean status, saya punya nihh listnya.

monggo silahkan copas aja.. :)

ƪ(‾.‾“)┐‎

ƪ(`˘з˘)ʃ‎

(¬,¬”)

(‾~‾“)

(ˇ_ˇ’!l)

ƪ‎(‾▿‾)ʃ‎

ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ

(-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎

~(˘▾˘~) ~(˘▾˘)~ (~˘▾˘)~

(づ ̄ ³ ̄)づ

ƪ(˘-˘)┐ ƪ(˘-˘)ʃ┌(˘-˘)ʃ ƪ(˘-˘)ʃ‎

ƪ(ˇOˇ’!l)‎ʃ

(–˛ — º)‎

ƪ(‾(••)‾)ʃ‎

◎( ̄^ ̄)====◎)>_

(ˇ▽ˇ)-c

\(‾▿‾\) \(´▽`)/ (/‾▿‾)/

(┌_┐) (┌_┐) (┌_┐)

(●*∩_∩*●)

(*^ -^*)

(-'_'-)

(¬_¬)

(◡‿◡✿)

(◕‿◕✿)

(✖╭╮✖)

(≧◡≦)

(✿◠‿◠)

(◑‿◐)

(◕‿-)

✖‿✖

ಠ_ಠ

(╥_╥)


(╯_╰)

(╯3╰)

(╯▽╰)

凸(¬‿¬)凸

┌∩┐(◣_◢)┌∩┐

(⊙▂⊙)

(∪ ◡ ∪)

(≧ω≦)

o(≧o≦)o

(⋋▂⋌)

(•̪●)

(॓_॔)

(╯ಊ╰)

(─‿‿─)

(⊙_◎)

d(-_-)b

d|-_-|b

‹(•¿•)›

(╯︵╰,)

(︶︹︺)

(∩︵∩)

(。◕‿◕。)

(~o ̄▽ ̄)

~o(~ ̄▽ ̄)~

(︶︿︶)

(︶ω︶)

(◑﹏◐)

(∩▂∩)

(¬▂¬)

(。❤‿❤。)

(✿ ♥‿♥)

(。♥‿♥。)

(~o❤‿❤)~o

٩(͡๏̯͡๏)۶

٩(-̮̮̃•̃)۶

٩(̾●̮̮̃̾•̃̾)۶

٩(-̮̮̃-̃)۶

♥╣[-_-]╠♥

\m/(>.<)\m/

◤(¬‿¬)◥

(x(x_(X_x(O_o)x_x)_X)x)

¯\(©¿©) /¯

♥╣[-_-]╠♥

◤(¬‿¬)◥

╠╬╬╬╬╬〠 ╬╬╬╬╬╣

¸,¤°´'`°•.¸¸.•°´'`°¤,¸

¸,ø¤º°`°º¤ø,

¸ஜ۩۞۩ஜ۩۞۩۩۞۩۩๑๑۩๑๑۩

*´'`°¤¸¸.•'´`'•.¸¸¤°´'`*

˜*•. ˜”*°•.˜”*°••°*”˜.•°*”˜ .•*˜

゜Y⌒Y。+゚☆゚+。Y⌒Y゜

☆:*´¨`*:..:*´¨`*:.☆

✿.。. *.:。.✿*.:。✿*゚゚・✿.。.

♪♫•*¨*•.¸¸❤¸¸.•*¨*•♫♪

•.¸¸.•´¯`•..•´¯`•.¸¸.•.

⊹⊱⋛⋋ ⋌⋚⊰⊹

゚+。☆*゜+。.。:.*.゚ ゚¨゚゚・*:..。o○☆゚+。


〜∽∾∿{}∿∾∽〜

__̴ı̴̴̡̡̡ ̡͌l̡̡̡ ̡͌l̡*̡̡ ̴̡ı̴̴̡ ̡̡͡|̲̲̲͡͡͡ ̲▫̲͡ ̲̲̲͡͡π̲̲͡͡ ̲̲͡▫̲̲͡͡ ̲|̡̡̡ ̡ ̴̡ı̴̡̡ ̡͌l̡̡̡̡.__

garing bgt yaa postingannya?? hiihi maaf saya masih abal-abal,. mudah-mudahan kedepannya bisa lebih baik lagi.
semangat !!

3 Comments

Aku dan Produk itu

Sungguh sangat di sayangkan dengan pelayanan dari sbuah brand merk elektronik ternama di negeri ini .
Awal pertama sya knal dngan produk ini cukup menarik, dgn di barengi sejumlah embel-embel bahasa dan kata-kata yg cukup membuatku tergiur .
Alhasil, AKUPUN TERTIPU !!
Memang produk ini sangat baik dan cukup mahal di antara sejumlah produk yang lain.
Tapi apa!?
Betapa borok pelayanan di dalamnya .
Komponen pertama rusak, dan di bawa ke tempat/dealer resmi langsung tanpa cuap-cuap masalah harga, setelah itu baik .
Selang beberapa bulan komponen kedua rusak dan hrus d perbaiki dengan target harga 1juta rupiah .
Kembali membaik dan kembali memperburuk .
\hoammmmm/
aneh bukan!?
Pdahal perawatan dan perlakuannya sama saja seperti barang yang lainnya .
Terakhir, hari ini keadaannya d perburuk lagi, di perbaiki dan ada yg rusak lagi .
Padahal sblum d perbaiki, ini baik* saja bahkan keadaannya pun baik. Beda bgt antara sebelum di sana dan setelah disana .
Wawwwww
ini benar* membuat keganjilan di benak saya .
Apa mungkin komponen di dalamnya mereka palsukan dan hrus di ganti lagi DEMI MEMPERKAYA MEREKA SENDIRI .
SUNGGUH ANEH TAPI NYATA .
.
Maaf ini hanya curhat dan cuma mau mengutarakan apa yg ada di benak saya . :D

Leave a comment

daftar blog dofollow

Berikut beberapa list blog dofollow :

http://linktea.blogspot.com/
http://dhuwuh.blogspot.com/
http://marsudiyanto.blogspot.com/
http://nagapasha.blogspot.com
http://dhanaarsega.blogspot.com
http://freemusicarena.blogspot.com/
http://subagya.blogspot.com
http://asepsukarman.blogspot.com/
http://www.ikutikutan.com/
http://blokinfo.blogspot.com/

http://digitalbaca.blogspot.com/
http://www.catatanblogger.com/
http://www.sectoredwin.net/
http://ruddyexecutive.blogspot.com/
http://blogcenti.blogspot.com/
http://www.berrydevanda.info/
http://koboline.blogspot.com/
http://www.rizkyzone.com/
http://tips-tipskomputer.blogspot.com/
http://alloh-only.blogspot.com/
http://redeagle21.blogspot.com
http://semuadablog.blogspot.com
http://cendrawasih11.blogspot.com
http://e-je.blogspot.com
http://alloh-only.blogspot.com/
http://redeagle21.blogspot.com
http://ruang-ihsan.blogspot.com
http://semuadablog.blogspot.com

http://cendrawasih11.blogspot.com
http://e-je.blogspot.com
http://cah-cikrik.blogspot.com
http://sukrablog.blogspot.com/
http://abidinblog.blogspot.com
http://yahyalagi.blogspot.com/
http://devit1104.blogspot.com
http://blogcenti.blogspot.com/
http://pinrangworld.blogspot.com

4 Comments

Perintah Apt dan Dpkg (ubuntu)

Install aplikasi
# apt-get install nama-aplikasi

Update daftar paket yang terdapat di sources.list
# apt-get update

Update aplikasi
# apt-get upgrade

Merubah daftar mirror apt
# apt-setup

Mencari paket aplikasi
# apt-cache search package

Uninstall aplikasi
# apt-get remove software






menampilkan list paket yang diinstall
# dpkg -l

status paket yang di install
# dpkg -l pkg

menampilkan susunan paket
# dpkg -S pattern

menampilkan list paket
# dpkg -L pkg

status paket
# dpkg -s pkg

menampilkan secara detail package
# dpkg -p pkg

mencari list yang relevan package
# apt-cache search string

install paket .deb
# dpkg -i file.deb

purge package (and config?)
# dpkg -P pkg

re-run konfigurasi package
# dpkg-reconfigure pkg

download source package
# apt-get source pkg

config build-deps for source and install as needed
# apt-get build-dep

install package from specific release
# apt-get -t release install pkg

menghapus eksekusi daemon saat bootup
# update-rc.d -f name remove

upgrade the distribution
# apt-get dist-upgrade



2 Comments

Installasi DHCP pada Ubuntu

Konfigurasi DHCP server di UBUNTU Server
Caranya :
1.Login sebagai Super Administrator (sudo su)
2.Installa DHCP server dengan perintah :
# apt-get install dhcpd3-server -y
3. Backup file dhcp3-server dengan perintah :
# cp /etc/default/dhcp3-server /etc/default/dhcp3-server.backup
4.Konfigurasi file dhcp3-server dengan perintah : # pico /etc/default/dhcp3-server
Temukan bagian ini dan isikan interaces yang dijadikan sebagai LAN.
INTERFACES=”eth1″
5.Konfigurasi file dhcpd.conf dengan perintah :
# pico /etc/dhcp3/dhcpd.conf
# Sample configuration file for ISC dhcpd for Debian
# Attention: If /etc/ltsp/dhcpd.conf exists, that will be used as
# configuration file instead of this file.
#
# $Id: dhcpd.conf,v 1.1.1.1 2002/05/21 00:07:44 peloy Exp $
#
# The ddns-updates-style parameter controls whether or not the server will
# attempt to do a DNS update when a lease is confirmed. We default to the
# behavior of the version 2 packages (‘none’, since DHCP v2 didn’t
# have support for DDNS.)
ddns-update-style none;
#Perhatikan bagian ini defaulnya tanpa tanda pagar.
# option definitions common to all supported networks…
#option domain-name “example.org”;
#option domain-name-servers ns1.example.org, ns2.example.org;
#default-lease-time 600;
#max-lease-time 7200;
# If this DHCP server is the official DHCP server for the local
# network, the authoritative directive should be uncommented.
#authoritative;
# Use this to send dhcp log messages to a different log file (you also
# have to hack syslog.conf to complete the redirection).
log-facility local7;
# No service will be given on this subnet, but declaring it helps the
# DHCP server to understand the network topology.
#subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
#}
# This is a very basic subnet declaration.
#subnet 10.254.239.0 netmask 255.255.255.224 {
# range 10.254.239.10 10.254.239.20;
# option routers rtr-239-0-1.example.org, rtr-239-0-2.example.org;
#}
# This declaration allows BOOTP clients to get dynamic addresses,
# which we don’t really recommend.
#subnet 10.254.239.32 netmask 255.255.255.224 {
# range dynamic-bootp 10.254.239.40 10.254.239.60;
# option broadcast-address 10.254.239.31;
# option routers rtr-239-32-1.example.org;
#}
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
#ip addres yang akan di sewakan oleh server
range 192.168.1.25 192.168.1.40;
#DNS server yang digunakan
option domain-name-servers 202.152.5.36;
# option domain-name “internal.example.org”;
option routers 192.168.1.20;
option broadcast-address 192.168.1.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
# Hosts which require special configuration options can be listed in
# host statements. If no address is specified, the address will be
# allocated dynamically (if possible), but the host-specific information
# will still come from the host declaration.
#host passacaglia {
# hardware ethernet 0:0:c0:5d:bd:95;
# filename “vmunix.passacaglia”;
# server-name “toccata.fugue.com”;
#}
# Fixed IP addresses can also be specified for hosts. These addresses
# should not also be listed as being available for dynamic assignment.
# Hosts for which fixed IP addresses have been specified can boot using
# BOOTP or DHCP. Hosts for which no fixed address is specified can only
# be booted with DHCP, unless there is an address range on the subnet
# to which a BOOTP client is connected which has the dynamic-bootp flag
# set.
#host fantasia {
# hardware ethernet 08:00:07:26:c0:a5;
# fixed-address fantasia.fugue.com;
#}
# You can declare a class of clients and then do address allocation
# based on that. The example below shows a case where all clients
# in a certain class get addresses on the 10.17.224/24 subnet, and all
# other clients get addresses on the 10.0.29/24 subnet.
#class “foo” {
# match if substring (option vendor-class-identifier, 0, 4) = “SUNW”;
#}
#shared-network 224-29 {
# subnet 10.17.224.0 netmask 255.255.255.0 {
# option routers rtr-224.example.org;
# }
# subnet 10.0.29.0 netmask 255.255.255.0 {
# option routers rtr-29.example.org;
# }
# pool {
# allow members of “foo”;
# range 10.17.224.10 10.17.224.250;
# }
# pool {
# deny members of “foo”;
# range 10.0.29.10 10.0.29.230;
6.Jalan service dengan perintah :
# /etc/init.d/dhcp3-server start
7.Ujicoba dilakukan dengan mengoptainkan ip addres pada client.
8.Oke selamat mencoba.
Ditulis dalam Ubuntu

Leave a comment

Istilah Pada Komputer

Mungkin ada diantara Anda yang ingin tahu beberapa istilah dalam komputer atau Internet.
Berikut ini beberapa istilah tersebut beserta artinya :

* Banner :
adalah media informasi dalam bentuk image / gambar untuk menayangkan iklan bergambar
pada sebuah webpage.
* CGI/Perl :
bahasa komputer yang digunakan untuk membuat program interaktif di dalam sebuah
webpage. Dikembangkan oleh pemakai komputer UNIX/LINUX.
* Chat :
adalah sebuah program yang diterapkan dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet)
yang digunakan oleh user untuk mengirim dan menerima pesan dalam bentuk tulisan (ketik)
secara realtime (idealnya tidak ada waktu tunggu).
* Chatting :
istilah khusus yang digunakan untuk melakukan interaksi di program chat.
* Client :
adalah sebuah komputer yang bertugas menerima data dan informasi yang telah diolah oleh
Server yang diperlukan oleh user. Client biasanya di kendalikan / digunakan oleh seorang user.



* Dial-Up :
adalah jenis koneksi internet dengan menggunakan jaringan telpon.
* Dial-Up Networking :
adalah fasilitas network yang dimiliki oleh sistem operasi Microsoft Windows yang dapat
digunakan untuk melakukan koneksi Dial-Up, yaitu koneksi jaringan, baik jaringan komputer
atau internet, dengan menggunakan fasilitas jaringan telpon.
* Domain name :
adalah nama khusus dan unik yang digunakan untuk penamaan situs web pada internet.
* Download :
adalah proses pengambilan atau transfer file dari sebuah situs web internet ke media
penyimpanan yang terdapat di komputer Client yang dipakai oleh user.
* E-Commerce :
Electronic Commerce adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan perdagangan atau
transaksi perbankan elektronis di internet, baik Business to Business E-Commerce maupun
Business to Costumer E-Commerce.
* E-mail :
atau elektronic mail atau surat elektronik adalah sebuah program yang diterapkan dalam
sebuah jaringan komputer (termasuk internet) yang digunakan oleh user untuk mengirimkan
pesan dalam bentuk tulisan (ketik) atau gambar kepada user lain di dalam atau di luar jaringan
komputer tersebut. User dapat pula menerima (receive e-mail), membalas (reply e-mail), dan
meneruskan (forward e-mail) kepada user lain
* FTP :
file transfer protocol adalah
(antarmuka) yang digunakan untuk men-transfer, mengirim atau menerima file dari internet.
* Hacker :
adalah seorang yang ahli dalam bidang komputer, internet pada khususnya, dimana dengan
keahliannya tersebut dapat menembus, merusak, serta melakukan hal-hal yang tidak
diinginkan dalam suatu jaringan komputer (termasuk internet). Misalnya merusak website
yang ada, merusak program yang telah di buat oleh webmaster, atau administrator.
* Homepage :
adalah halaman muka atau halaman utama yang ditampilkan dari sebuah website di internet,
jika user memasuki alamat site tersebut pada webbrowser.
* HTML :
Hyper Text Markup Language, adalah bahasa komputer yang digunakan untuk membuat
sebuah halaman webpage.
* Http://
http atau Hyper Text Transfer Protocol adalah kode yang dituliskan pada awal site, untuk
menjelaskan pada program webbrowser bahwa protokol (antarmuka) yang digunakan adalah
http
* Internet Explorer :
program komputer yang digunakan untuk dapat menampilkan halaman-halaman yang ada
pada sebuah website di internet, yang dibuat oleh Microsoft Corp.
* Internet-TV :
adalah sebuah TV yang dimodifikasi untuk dapat digunakan sebagai media / alat untuk
berkomunikasi dan berinteraksi melalui internet.
* Intranet :
sumber daya informasi yang digunakan untuk kepentingan internal dari suatu instansi atau
perusahaan dengan menggunakan jaringan komputer yang ada.
* ISP :
Internet Service Provider, adalah lembaga/instansi/perusahaan yang menyediakan jasa
pelayanan penyedia jaringan internet.
* Login :
otorisasi yang dilakukan oleh seorang user dengan memasukkan username dan password di
dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik
(e-mail).
* Logoff :
tidak melanjutkan kembali atau keluar dari sebuah sebuah jaringan komputer (termasuk
internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail).
* Lycos :
adalah search engine di internet yang dapat digunakan oleh user untuk mencari.
http://www.lycos.com
* Modem :
adalah alat komunikasi tambahan yang digunakan oleh komputer / notebook agar bisa
melakukan koneksi dengan jaringan komputer lain, internet misalnya
* Netscape Navigator :
program komputer yang digunakan untuk dapat menampilkan halaman-halaman yang ada
pada sebuah website di internet, yang dibuat oleh Netscape Corp.
Password :
kode rahasia yang digunakan oleh user untuk dapat mengotorisasikan username yang dia
miliki untuk dapat semasuki sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program
interaksi, atau surat elektronik (e-mail).
* Plugin :
adalah program khusus yang dapat di tambahkan pada program webbrowser dimana dapat
membantu webbrowser untuk dapat menampilkan animasi, program interaksi, 3D object,
tertentu dengan baik.
* Script :
adalah kumpulan perintah yang disusun dalam bahasa komputer tertentu (Java, VisualBasic,
CGI/Perl) untuk melakukan sebuah program interaktif atau animasi dalam sebuah webpage.
* Search Engine :
adalah sebuah program di internet (website tertentu) yang digunakan untuk mencari informasi
tertentu yang di perlukan oleh user. Misal : Yahoo, Lycos, Altavista, Excite dan lainnya.
* Server :
adalah sebuah komputer yang bertugas melayani pembagian serta pengolahan informasi yang
diperlukan oleh Client. Server biasanya di kendalikan oleh seorang admin.
* Upload :
adalah proses pengiriman atau transfer file dari media penyimpanan yang terdapat di
komputer Client yang dipakai oleh user ke sebuah situs web di internet.
* User :
pemakai atau pengguna dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program
interaksi, atau surat elektronik (e-mail).
* Virus :
adalah program tersembunyi yang dapat ‘menebeng’ atau ‘membonceng’ pada program lain
yang terdapat pada internet, atau pada surat elektronik, yang sangat merugikan user dan
admin, dimana program tersebut dapat merusak program lain yang dimiliki oleh user di
komputernya, dan juga dapat merusak program interaksi yang terdapat pada situs web yang
sedang di maintain oleh admin.
* VisualBasic :
bahasa komputer yang digunakan untuk membuat program interaktif di dalam sebuah
webpage. Dikembangkan oleh perusahaan Microsoft Corp.
* Voice-mail :
sama seperti halnya dengan e-mail akan tetapi yang dikirimkan bukan berupa teks, melainkan
berupa suara.
* WAP :
Wireless Application Protocol, adalah fasilitas pada handphone yang dapat digunakan untuk
menjalankan aplikasi tertentu yang terhubung dengan internet. Dengan WAP kita dapat
menggunakan internet tidak saja untuk menerima dan mengirim handphone, bahkan untuk
kalender, jadwal, serta gambar.
* Web browser :
program komputer yang digunakan untuk menampilkan webpage.
Contoh web browser :netscape navigator, internet explorer, dan lain-lain.
* Webmaster :
seorang yang bertanggungjawab untuk membuat dan memelihara situs web yang
bersangkutan.
* Web page :
adalah halaman yang dapat ditampilkan di sebuah website di internet, yang dapat
menampilkan, teks, gambar, bahkan suara, animasi dan video.
* Website :
adalah sebuah kumpulan halaman (webpages) yang di awali dengan halaman muka
(homepage) yang berisikan informasi, iklan, serta program interaksi.
* www :
world wide web adalah istilah yang digunakan dalam internet untuk awal




Leave a comment

makalah IP Address

BAB 1
KATA PENGANTAR



Puji dan syukur mari kita panjatkan kehadirat Alloh SWT yang dengan karunia dan kasih sayang-Nya, kami telah diberi kesehatan serta kekuatan dalam pembuatan makalah ini. Shalawat dan salam semoga selamanya tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, sahabat serta para pengikutnya yang setia hingga akhir jaman.
Dalam penyusunan makalah polusi air laut ini telah disesuaikan dengan Kompetensi Dasar dan Indikator yang terdapat dalam konsep dan penerapan teknik komputer dan jaringan. Makalah tentang IP Address ini dimaksudkan untuk menambah nilai tugas biologi yang telah diberikan dan ditugaskan oleh guru pengajar mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan.
Disamping itu pula, kami mohon maaf & menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna serta masih banyak kekurangan. Kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun, dan kami akan menerimanya dengan tangan terbuka, sehingga kami dapat memperbaiknya di waktu yang akan datang.
Mungkin hanya itu yang kami dapat sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi para siswa & umumnya bagi para pemakai mkalah ini.


Tasikmalaya, November 2009



Penyusun



DAFTAR ISI
BAB I
Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB 11
Pendahuluan 1
• Latar Belakang
• Identifikasi Masalah
• Pembatasan Penelitian
• Tujuan Penelitian
• Manfaat Penelitian
• Sistematika Penelitian
BAB II1
Pembahasan
• IP Address 3
• Network Mask 7
• Broadcast 10
• Subnetting 11
• Cara pembentukkan Subnet 12
 Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah jaringan yang dibutuhkan 13
 Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah host 13
BAB V
Penutup
• Kesimpulan iii
• Saran iv
Daftar Pustaka

BAB 2
PENDAHULUAN


I.I Latar Belakang Masalah
Komunikasi data dalam suatu jaringan membutuhkan suatu aturan tertentu sehingga computer-komputer yang terhubung dapat saling terjadi proses komunikasi data. Dalam istilah jaringan computer, aturan tersebut disebut sebagai protocol. Biasanya protocol yang di design di peruntukkan untuk jenis system operasi tertentu. Misalnya Ms. Windows membuat protocol NetBUI,Novel Netware membuat protocol IPX/SPX dan sebagainya.
Untuk dapat saling berkomunikasi data dalam suatu jaringan dibutuhkan protocol yang dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis System Operasi di atas. Protokol yang dapat diimplementsikan pada berbagai macam System Operasi adalah protocol TCP/IP. Dengan adanya protocol TCP/IP komunikasi antara Ms. Windows dan Novel Netware dapat dilakukan.

1.2 Identifikasi Masalah
Masalah yang akan dianalisa dan dibahas pada tugas makalah ini adalah mengenai Subnetting dan IP Address. Karena penulis menyadari bahwa Subnetting dan IP Address ini sangat penting diperhatikan pada pengalamatan suatu jaringan.

1.3 Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka penulis membatasi masalah:

1.3.1 Penulis melakukan penelitian dengan penghitungan IP berdasarkan kelas-kelasnya.
1.3.2 Penulis melakukan penelitian dalam menentukkan alamat IP tersebut. Termasuk alamat subnet atau IP Address.

1.4 Tujuan Penelitian
1.4.1 Dapat memeahami mengenai alamat IP beserta kelas-kelasnya.

1.5 Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi yang berguna bagi sejumlah pembaca tentang IP Address dan Subnetting.

1.5 Sistematika Penelitian
1. mencari informasi
2. mengumpulkan informasi
3. menyusun informasi
4. mempelajari kembali

BAB 3
PEMBAHASAN

IP Addresses
Alamat IP adalah alamat yang digunakan untuk secara unik mengidentifikasi perangkat pada jaringan IP. Alamat terdiri dari 32 bit biner yang dapat dibagi menjadi bagian jaringan dan bagian host dengan bantuan sebuah subnet mask. Biner 32 bit dipecah menjadi empat octets (1 octet = 8 bit). Setiap oktet dikonversi ke desimal dan dipisahkan oleh titik (dot). Untuk alasan ini, sebuah alamat IP dikatakan dinyatakan dalam format desimal bertitik (misalnya, 172.16.81.100). Nilai dalam setiap oktet berkisar 0-255 desimal, atau 00.000.000-11.111.111 biner.
Sini adalah bagaimana mengkonversi oktet biner ke desimal: Hak paling sedikit, atau paling tidak significant bit, dari oktet memegang nilai 2 0. Bit hanya untuk di sebelah kiri yang memegang nilai 2 1. Ini berlanjut hingga paling kiri bit, atau bit yang paling signifikan, yang memegang nilai 2 7. Jadi, jika semua bit biner satu, setara desimal akan 255 seperti yang ditunjukkan di sini:
1 1 1 1 1 1 1 1
128 64 32 16 8 4 2 1 (128 +64 +32 +16 +8 +4 +2 +1 = 255)

Berikut adalah contoh konversi oktet bila tidak semua bit di set ke 1.
0 1 0 0 0 0 0 1
0 64 0 0 0 0 0 1 (0 +64 +0 +0 +0 +0 +0 +1 = 65)

Dan ini adalah contoh menunjukkan alamat IP diwakili di kedua biner dan desimal.
10. 10. 1. 1. 23. 23. 19 (desimal) 00001010.00000001.00010111.00010011 (binary)

Oktet ini dipecah untuk menyediakan skema pengalamatan yang dapat mengakomodasi jaringan besar dan kecil. Ada lima kelas yang berbeda jaringan, A sampai E. Dokumen ini berfokus pada kelas-kelas pengalamatan A ke C, karena kelas-kelas D dan E yang dilindungi undang-undang dan diskusi di antara mereka berada di luar cakupan dokumen ini.

* Catatan: Perlu diketahui juga bahwa istilah "Kelas A, Kelas B" dan seterusnya digunakan dalam dokumen ini untuk membantu memfasilitasi pemahaman pengalamatan IP dan subnetting. Istilah-istilah ini jarang digunakan dalam industri lagi karena pengenalan tanpa kelas interdomain routing (CIDR).
Diberikan sebuah alamat IP, kelasnya dapat ditentukan dari tiga bit orde tinggi. Gambar 1 menunjukkan signifikansi dalam urutan tiga bit tinggi dan kisaran alamat yang termasuk dalam masing-masing kelas. Untuk tujuan informasi, Kelas D dan Kelas E alamat juga ditampilkan.
Gambar 1
Dalam Kelas A address, octet pertama adalah bagian jaringan, sehingga Kelas A contoh pada Gambar 1 memiliki alamat jaringan utama 1.0.0.0 - 127.255.255.255. Oktet 2, 3, dan 4 (waktu 24 bit) adalah untuk manajer jaringan dibagi menjadi subnet dan host ketika ia / ia melihat cocok. Alamat Kelas A digunakan untuk jaringan yang memiliki lebih dari 65.536 host (sebenarnya, sampai dengan 16.777.214 host!).
Dalam sebuah alamat Kelas B, dua oktet pertama adalah bagian jaringan, sehingga Kelas B contoh pada Gambar 1 memiliki alamat jaringan utama 128.0.0.0 - 191.255.255.255. Octets 3 dan 4 (16 bit) adalah untuk subnet dan host lokal. Class B Alamat kelas B digunakan untuk jaringan yang memiliki antara 256 dan 65.534 host.
Dalam Kelas C address, tiga octet pertama adalah bagian jaringan. Kelas C contoh dalam Gambar 1 mempunyai alamat jaringan utama 192.0.0.0 - 233.255.255.255. Octet 4 (8 bit) adalah untuk subnet dan host lokal - sempurna untuk jaringan dengan kurang dari 254 host.
Pada setiap kelas angka pertama dengan angka terakhir tidak dianjurkan untuk digunakan karena sebagai valid host id, misalnya kelas A 0 dan 127, kelas B 128 dan 192, kelas C 191 dan 224. ini biasanya digunakan untuk loopback addresss.

Catatan :
• alamat Network ID dan Host ID tidak boleh semuanya 0 atau 1 karena jika semuanya angka biner 1 : 255.255.255.255 maka alamat tersebut disebut floaded broadcast
• alamat network, digunakan dalam routing untuk menunjukkan pengiriman paket remote network, contohnya 10.0.0.0, 172.16.0.0 dan 192.168.10.0

Dari gambar dibawah ini perhatikan kelas A menyediakan jumlah network yang paling sediikit namun menyediakan host id yang paling banyak dikarenakan hanya oktat pertama yang digunakan untuk alamat network bandingkan dengan kelas B dan C.

Gambar. 2

Untuk mempermudah dalam menentukan kelas mana IP yang kita lihat, perhatikan gambar dibawah ini. Pada saat kita menganalisa suatu alamat IP maka perhatikan octet 8 bit pertamanya.
Pada kelas A : 8 oktet pertama adalah alamat networknya, sedangkan sisanya 24 bits merupakan alamat untuk host yang bisa digunakan.
Jadi admin dapat membuat banyak sekali alamat untuk hostnya, dengan memperhatikan
2 24 – 2 = 16.777.214 host
N ; jumlah bit terakhir dari kelas A
(2) adalah alamat loopback

Pada kelas B : menggunakan 16 bit pertama untuk mengidentifikasikan network sebagai bagian dari address. Dua octet sisanya (16 bits) digunakan untuk alamat host

2 16 – 2 = 65.534

Pada kelas C : menggunakan 24 bit pertama untuk network dan 8 bits sisanya untuk alamat host.

2 8 – 2 = 254

Gambar. 3

Nomor IP terdiri dari 32 bit yang didalamnya terdapat bit untuk NETWORK ID (NetID) dan HOST ID (HostID). Secara garis besar berikut inilah pembagian kelas IP secara default
Network Masks
Untuk pengelompokan pengalamatan, selain nomor IP dikenal juga netmask atau subnetmask. Yang besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask yaitu dengan dikenal, yaitu 255.0.0.0 , 255.255.0.0 dan 255.0.0.0.
Sebuah jaringan topeng membantu Anda mengetahui bagian alamat mengidentifikasi jaringan dan bagian yang mengidentifikasi alamat simpul. Kelas A, B, dan C jaringan memiliki standar masker, juga dikenal sebagai masker alami, seperti yang ditunjukkan di sini:
Kelas A: 255.0.0.0
Kelas B: 255.255.0.0
KelasC:255.255.255.0
Gabungan antara IP dan Netmask inilah pengalamatan komputer dipakai. Kedua hal ini tidak bisa lepas. Jadi penulisan biasanya sbb :

IP : 202.95.151.129
Netmask : 255.255.255.0

Suatu nomor IP kita dengan nomor IP tetangga dianggap satu kelompok (satu jaringan) bila IP dan Netmask kita dikonversi jadi biner dan diANDkan, begitu juga nomor IP tetangga dan Netmask dikonversi jadi biner dan diANDkan, jika kedua hasilnya sama maka satu jaringan. Dan kita bisa berhubungan secara langsung.
Ketika kita berhubungan dengan komputer lain pada suatu jaringan, selain IP yang dibutuhkan adalah netmask. Misal kita pada IP 10.252.102.12 ingin berkirim data pada 10.252.102.135 bagaimana komputer kita memutuskan apakah ia berada pada satu jaringan atau lain jaringan? Maka yang dilakukan adalah mengecek dulu netmask komputer kita karena kombinasi IP dan netmask menentukan range jaringan kita.
Jika netmask kita 255.255.255.0 maka range terdiri dari atas semua IP yang memiliki 3 byte pertama yang sama. Misal jika IP saya 10.252.102.12 dan netmask saya 255.255.255.0 maka range jaringan saya adalah 10.252.102.0-10.252.102.255 sehingga kita bisa secara langsung berkomunukasi pada mesin yang diantara itu, jadi 10.252.102.135 berada pada jaringan yang sama yaitu 10.252.102 (lihat yang angka-angka tercetak tebal menunjukkan dalam satu jaringan karena semua sama).
Dalam suatu organisasi komersial biasanya terdiri dari beberapa bagian, misalnya bagian personalia/HRD, Marketing, Produksi, Keuangan, IT dsb. Setiap bagian di perusahaan tentunya mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Dengan beberapa alasan maka setiap bagian bisa dibuatkan jaringan lokal sendiri – sendiri dan antar bagian bisa pula digabungkan jaringannya dengan bagian yang lain.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan satu organisasi membutuhkan lebih dari satu jaringan lokal (LAN) agar dapat mencakup seluruh organisasi :
Teknologi yang berbeda. Dalam suatu organisasi dimungkinkan menggunakan bermacam teknologi dalam jaringannya. Semisal teknologi ethernet akan mempunyai LAN yang berbeda dengan teknologi FDDI.
Sebuah jaringan mungkin dibagi menjadi jaringan yang lebih kecil karena masalah performanasi. Sebuah LAN dengan 254 host akan memiliki performansi yang kurang baik dibandingkan dengan LAN yang hanya mempunyai 62 host. Semakin banyak host yang terhubung dalam satu media akan menurunkan performasi dari jaringan. Pemecahan yang paling sedherhana adalah memecah menjadi 2 LAN.
Departemen tertentu membutuhkan keamanan khusus sehingga solusinya memecah menjadi jaringan sendiri.
Pembagian jaringan besar ke dalam jaringan yang kecil-kecil inilah yang disebut sebagai subnetting. Pemecehan menggunakan konsep subnetting. Membagi jaringan besar tunggal ke dalam sunet-subnet (sub-sub jaringan). Setiap subnet ditentukan dengan menggunakan subnet mask bersama-sama dengan no IP.

Pada subnetmask dalam biner, seluruh bit yang berhubungan dengan netID diset 1, sedangkan bit yang berhubungan dengan hostID diset 0.
Dalam subnetting, proses yang dilakukan ialah memakai sebagian bit hostID untuk membentuk subnetID. Dengan demikian jumlah bit yang digunakan untuk HostID menjadi lebih sedikit. Semakin panjang subnetID, jumlah subnet yang dibentuk semkain banyak, namun jumlah host dalam tiap subnet menjadi semakin sedikit.
Alamat IP pada jaringan Kelas A yang belum subnetted akan memiliki alamat / mask pasangan mirip dengan: 8.20.15.1 255.0.0.0. Untuk melihat bagaimana topeng membantu Anda mengidentifikasi node jaringan dan bagian-bagian alamat, mengubah alamat dan masker untuk bilangan biner.
8.20.15.1 = 00001000.00010100.00001111.00000001
255.0.0.0 = 11111111.00000000.00000000.00000000
Setelah Anda memiliki alamat dan topeng diwakili dalam biner, kemudian mengidentifikasi jaringan dan host ID menjadi lebih mudah. Setiap alamat bit yang memiliki bit masker yang sesuai di set ke 1 mewakili jaringan ID. Setiap alamat bit yang memiliki bit-bit yang sesuai topeng ke 0 mewakili node ID.
8.20.15.1 = 00001000.00010100.00001111.00000001
255.0.0.0 = 11111111.00000000.00000000.00000000

net id | host id

netid = 00001000 = 8
hostid = 00010100.00001111.00000001 = 20.15.1


Gambar. 4 pembentukan subnet

BROADCAST
Alamat ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu jaringan. Seperti diketahui, setiap paket IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh paket tersebut. Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses paket tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim paket kepada seluruh host yang ada pada jaringannya? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi paket sebanyak jumlah host tujuan.

Pemakaian bandwidth/jalur akan meningkat dan beban kerja host pengirim bertambah, padahal isi paket-paket tersebut sama. Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima paket tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada jaringan yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan alamat tersebut tidak boleh digunakan sebagai nomor IP untuk host tertentu.

Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 alamat untuk menerima paket : pertama adalah nomor IP yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada jaringan tempat host tersebut berada. Broadcast address diperoleh dengan membuat seluruh bit host pada nomor IP menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 167.205.9.35 atau 167.205.240.2, broadcast addressnya adalah 167.205.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255). Jenis informasi yang dibroadcast biasanya adalah informasi routing.

Subnetting
Subnetting memungkinkan Anda untuk membuat beberapa jaringan logis yang ada dalam satu Kelas A, B, atau C jaringan. Jika Anda tidak subnet, Anda hanya dapat menggunakan satu jaringan dari Kelas A, B, atau C jaringan, yang tidak realistis.

Setiap data link pada sebuah jaringan harus memiliki ID jaringan yang unik, dengan setiap simpul pada link yang menjadi anggota jaringan yang sama. Jika Anda melanggar jaringan utama (Kelas A, B, atau C) ke dalam subnetwork yang lebih kecil, memungkinkan Anda untuk membuat jaringan interkoneksi subnetwork. Setiap data-link pada jaringan ini akan memiliki jaringan yang unik / Sub-jaringan ID. Setiap perangkat, atau gateway, menghubungkan jaringan n / subnetwork memiliki n alamat IP yang berbeda, satu untuk setiap jaringan / Sub-jaringan yang interkoneksi.

Untuk memperbanyak network ID dari suatu network id yang sudah ada, dimana sebagaian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat ID tambahan
Ingat rumus untuk mencari banyak subnet adalah 2 n – 2
N = jumlah bit yang diselubungi
Dan rumus untuk mencari jumlah host per subnet adalah 2 m – 2
M = jumlah bit yang belum diselubungi

Dalam rangka subnet jaringan, memperpanjang topeng alam menggunakan beberapa bit dari host ID bagian alamat untuk membuat sebuah Sub-jaringan ID. Sebagai contoh, diberi jaringan Kelas C 204.17.5.0 yang memiliki topeng alami 255.255.255.0, Anda dapat membuat subnet dengan cara ini:
204.17.5.0 - 11001100.00010001.00000101.00000000
255.255.255.224 - 11111111.11111111.11111111.11100000

Dengan memperluas masker untuk menjadi 255.255.255.224, Anda telah mengambil tiga bit (ditandai dengan "sub") dari bagian host asli dari alamat dan menggunakannya untuk membuat subnet. Dengan tiga bit, adalah mungkin untuk menciptakan delapan subnet. Dengan sisa lima host ID bit, masing-masing subnet dapat memiliki hingga 32 alamat host, 30 dari yang sebenarnya dapat diberikan ke perangkat karena host id dari semua nol atau semua yang tidak diperbolehkan (sangat penting untuk mengingat hal ini). Jadi, dengan pikiran ini, subnet ini telah diciptakan.

204.17.5.0 255.255.255.224 host kisaran 1-30
204.17.5.32 255.255.255.224 host kisaran 33-62
204.17.5.64 255.255.255.224 host kisaran 65-94
204.17.5.96 255.255.255.224 host kisaran 97-126
204.17.5.128 255.255.255.224 host kisaran 129-158
190 204.17.5.160 255.255.255.224 host kisaran 161-190
204.17.5.192 255.255.255.224 host kisaran 193-222
254 204.17.5.224 255.255.255.224 host kisaran 225-254

* Catatan: Ada dua cara untuk menunjukkan topeng ini. Pertama, karena Anda menggunakan tiga bit lebih daripada "alami" Kelas C topeng, Anda dapat menunjukkan alamat ini memiliki 3-bit subnet mask. Atau, kedua, 255.255.255.224 topeng juga dapat dinotasikan sebagai / 27 karena ada 27 bit yang diatur dalam topeng. This second method is used with CIDR . Metode kedua ini digunakan dengan CIDR. Menggunakan metode ini, salah satu jaringan tersebut dapat digambarkan dengan notasi prefiks / panjang. Sebagai contoh, jaringan 204.17.5.32/27 menunjukkan 204.17.5.32 255.255.255.224. Ketika tepat awalan / notasi panjang digunakan untuk menunjukkan topeng di seluruh sisa dari dokumen ini.

Cara Pembentukan Subnet :
Misal jika jaringan kita adalah 192.168.0.0 dalm kelas B (kelas B memberikan range 192.168.0.0 – 192.168.255.255). Ingat kelas B berarti 16 bit pertama menjadi NetID yang dalam satu jaringan tidak berubah (dalam hal ini adalah 192.168) dan bit selanjutya sebagai Host ID (yang merupakan nomor komputer yang terhubung ke dan setiap komputer mempunyai no unik mulai dari 0.0 – 255.255). Jadi netmasknya/subnetmasknya adalah 255.255.0.0
Kita dapat membagi alokasi jaringan diatas menjadi jaringan yang kebih kecil dengan cara mengubha subnet yang ada.

Ada dua pendekatan dalam melakukan pembentukan subnet yaitu :
1. Berdasarkan jumlah jaringan yang akan dibentuk
2. Berdasarkan jumlah host yang dibentuk dalam jaringan.

Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah jaringan yang dibutuhkan :
1. Menentukan jumlah jaringan yang dibutuhkan dan merubahnya menjadi biner.
11111111Misalkan kita ingin membuat 255 jaringan kecil dari nomor jaringan yang sudah ditentukan. 255
2. Menghitung jumlah bit dari nomor 1. Dan jumlah bit inilah yang disebut sebagai subnetID
11111111Dari 255 jumlah bitnya adalah 8
3. Jumlah bit hostID baru adalah HosiID lama dikurangi jumlah bit nomor 2.
Misal dari contoh diatas hostIDbaru: 16 bit – 8 bit = 8 bit.
4. Isi subnetID dengan 1 dan jumlahkan dengan NetIDLama.

Jadi NetID baru kita adalah NetIDlama + SubNetID :
11111111.11111111.11111111.00000000 (24 bit bernilai 1 biasa ditulis /24)
Berkat perhitungan di atas maka kita mempunyai 256 jaringan baru yaitu :
192.168.0.xxx, 192.168.1.xxx, 192.168.2.xxx, 192.168.3.xxx hingga 192.168.255.xxx dengan netmash 255.255.255.0.
menunjukkan hostID antara 0-255xxx
192.168.0 menunjukkan NetID dan 24Biasa ditulis dengan 192.168.0/24 menunjukkan subnetmask (jumlah bit yang bernilai 1 di subnetmask).

Dengan teknik ini kita bisa mengalokasikan IP address kelas B menjadi sekian banyak jaringan yang berukuran sama.

Cara perhitungan subnet berdasarkan jumlah host adalah sebagai berikut :
1. Ubah IP dan netmask menjadi biner
IP : 192.168.1.0  11000000.10101000.00000000.00000000
Netmask : 255.255.255.0 11111111.11111111. 11111111.00000000
16 bit.Panjang hostID kita adalah yang netmasknya semua 0
2. Memilih jumlah host terbanyak dalam suatu jaringan dan rubah menjadi biner.
Misal dalam jaringan kita membutuhkan host 25 maka menjadi 11001.
3. Hitung jumlah bit yang dibutuhkan angka biner pada nomor 1. Dan angka inilah nanti sebagai jumlah host dalam jaringan kita.
Jumlah host 25 menjadi biner 11001 dan jumlah bitnya adalah 5.
4. Rubah netmask jaringan kita dengan cara menyisakan angka 0 sebanyak jumlah perhitungan nomor 3.

Jadi netmasknya baru adalah 11111111.11111111.11111111.11100000
Identik dengan 255.255.255.224 jika didesimalkan.
Jadi netmask jaringan berubah dan yang awalnya hanya satu jaringan dengan range IP dari 1 -254 menjadi 8 jaringan, dengan setiap jaringan ada 30 host/komputer

Alokasi Range IP
1 192.168.1.0 – 192.168.1.31
2 192.168.1.32 – 192.168.1.63
3 192.168.1.64 – 192.168.1.95
4 192.168.1.96 – 192.168.1.127
5 192.168.1.128 – 192.168.1.159
6 192.168.1.160 – 192.168.1.191
7 192.168.1.192 – 192.168.1.223
8 192.168.1.224 – 192.168.1.255
Nomor IP awal dan akhir setiap subnet tidak bisa dipakai. Awal dipakai ID Jaringan (NetID) dan akhir sebagai broadcast.
Misal jaringan A 192.168.1.0 sebagai NetID dan 192.168.1.31 sebagai broadcast dan range IP yang bisa dipakai 192.168.1.1-192.168.1.30.

PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Agar masing-masing computer dapat saling berkomunikasi dibutuhkan IP Address, di mana tiap computer dapat di hubungkan melalui media transmisi pengkabelan seperti UTP, STP, Coaxial, atau Fiber Optic. IP Address adalah sekelompok bilangan biner 32 bit yang di bagi menjadi 4 bagian yang masing-masing bagian itu terdiri dari 8 bit, angka pada masing-masing bit tersebut adalah angka 1 dan 0. Misalnya : 11000011. Nilai paling besar dari biner 8 bit adalah 255. Angka 255 ini dihitung dari bilangan biner 2 berpangkat. Untuk mempermudah pembacaan IP Address biner 32 bit tersebut di gunakan metode decimal.
IP Address merupakan pasangan Network ID dan Host ID. Network ID menjelaskan alamat jaringan tersebut, sedangkan Host ID merupakan alamat Host/computer dalam jaringan tersebut. IP Address di bagi menjadi beberapa kelas. Yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. IP Address kelas A digunakan untuk jaringan yang cukup besar, kelas B digunakan untuk jaringan dengan ukuran yang sedang, sedangkan kelas C digunakan untuk jaringan yang kecil misalnya LAN. Kelas IP Address lainnya yaitu E dan D digunakan untuk multicasting dan untuk eksperiment.

5.2 Saran
Sebagaimana untuk kelanjutan dalam mengantisipasi pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka penulis menyarankan agar pemanfaatan jaringan ini di gunakan dengan sebaik-baiknya.

DAFTAR PUSTAKA

Rafiudin Rahmat in. 2008. Mengupas Tuntas Cisco Router. Sidoarjo, Jawa Timur.
Febryan, 2007. Pengertian Subnetting, Netmask, Network ID, Default Gateway & Broadcast

Leave a comment